Tuhan, dimanakah Engkau? | Oo Lord , where are you?

God speaks

[English version is below]

Tuhan, dimanakah Engkau?

Tuhan, sebagai muslim saya menyebut Tuhan sebagai Allah – sesuai dengan perkataanNya, dimanakah Ia berada? Seperti apakah Engkau mewujud?

Engkau sudah katakan bahwa Engkau berada di mana-mana, bahkan lebih dekat dari urat nadi kita sendiri. Bayangkan, betapa dekatnya Ia dengan kita. Tapi memang perkataanMu itu untuk yang hanya meyakiniMu saja. Yang tidak? Bagaimana meyakininya kan, iya nggak?

Tuhan, untuk yang sedang mencari, kadang dianggap sebagai buah berpikir saja, eksis karena kita yang mengeksiskannya. Artinya kita bisa menganggap sesuatu sebagai Tuhan (dengan t besar maupun t kecil).

1. Untuk yang menganggap tuhan dengan huruf t kecil:

Kesibukannya sehingga tidak ada waktu memuja tuhan (dengan huruf t besar); Menihilkan peran Tuhan dalam lini-lini kehidupan.

2. Untuk yang menganggap tuhan dengan huruf t besar:

Mengambil simbol-simbol yang dianggap Tuhan untuk dianggap sebagai simbol sesembahan.

Contoh satu: 

Ingat cerita dari tetua serta buku-buku yang bercerita tentang era komunis di Indonesia. Di sekolah-sekolah, mengenalkan komunis dengan praktek sbb:

Guru menanyakan ke anak murid,”Ayo anak-anak, tutup mata kalian. coba minta sama Tuhan pensil ya.

Anak-anak muridpun mulai berdoa bersama-sama – yang dipandu oleh gurunya,”Ya Tuhan, berilah kami pensil.”

Setelah itu, sang gurupun melanjutkan dengan meminta para anak murid untuk membuka matanya dan berkata,”Ayo anak-anak, coba buka mata kalian. ada atau tidak pensil di hadapan kalian yang diberi oleh Tuhan.

Anak-anakpun serempak menjawab,”Tidak ada.”

Guru kemudian bertanya,”Bila demikian, ada atau tidak Tuhan itu?”

Anak-anak serempak menjawab,”Tidak ada.”

Kemudian guru mengganti pertanyaannya,”coba sekarang mata kalian dipejamkan lagi dan sekarang coba kalian minta kepada gurumu, bu, bisa minta sebuah pensil?

Anak-anakpun menirukan persis seperti yang dicontohkan gurunya itu.

Setelah anak-anak meminta kepada gurunya, kemudian guru itu membagikan pensil satu-persatu kepada seluruh murid.

“Ayo anak-anak, sekarang coba buka mata kalian, apa yang ada di atas meja kalian?” tanya guru.

“Pensil!” sahut anak-anak serempak.

“Pensil itu dari Tuhan atau dari Guru?” Tanyanya.

“Dari Guru!” Teriak anak-anak dengan yakin

“Jadi Tuhan ada atau tidak?” kembali si guru bertanya

“Tidak ada!” secara serempak jawaban anak-anak itu.

Contoh dua:

Gambaran zaman dahulu kala saat ‘memilih’ Tuhan adalah dengan melihat ‘kebesaran’ yang dimilikinya. Misalnya adalah sebuah batu yang paling besar. Batu tersebut, yang berukuran paling besar diantara batu-batu lain, dianggap merupakan batu yang paling memiliki kekuatan. Maka kemudian dijadikanlah batu tersebut sebagai ‘Tuhan’ tempat sesembahan.

Ingat pula kisah patung sesembahan yang paling besar diantara patung-patung yang lain, itulah yang dijadikan pusat sesembahan (Tuhan) oleh manusia sebagai personifikasi Tuha (ingat kisah patung ini dalam riwayat Nabi Ibrahim?)

Lalu Tuhan itu apa dan bagaimana?

Mempercayai Tuhan dan keberadaannya memang harus menggunakan iman dan akal sehat. Kalau tidak, tidak akan ketemu. Karena kita sedang ‘berurusan’ dengan sebuah hal yang abstrak. Iman dan akal sehatpun merupakan bagian dari hal yang abstrak, kan?.

Yang harus kita imani adalah bahwa Tuhanlah yang menciptakan alam semesta ini. Tuhanlah yang menciptakan kita semua. Tidak ada sesuatu hal yang luput dari kekuasaanNya, karena Ia Maha Kuasa. Tuhan ada di SinggasanaNya dan Tuhan ada dimana-mana.

Ke-abstrak-anNya itu telah dijelaskanNya langsung melalui ‘kekasih’Nya, utusanNya yang sangat Ia kasihi, Muhammad SAW, yang tertuang dalam kumpulan perkataan-perkataan/firman-firmanNya.

Tuhan mendeklarasikan Ketuhanannya secara lugas dan gamblang, mudah dimengerti dan dipahami seperti yang tertuang dalam kumpulan firman-firmanNya itu.

Untuk memahamiNya, pelajarilah firman-firmanNya, dekatilah Ia, ketahuilah Ia, hingga kau tidak tersesat nantinya.

Karena Tuhan itu ada dalam diri kita dan ada pula dimana-mana di dekat kita, maupun di tempat yang jauh dari kita.

Makassar, April 2016

@Kangbugi

[Sumber foto: http://www.cahayapengharapan.org]

—ooo0ooo—

[English version:]

Oo Lord , where are you ?

God , as a Muslim, I call Him as Allah the God, the Almighty – according to His words , where He is ? As to whether you are manifested?

You (God) ‘ve been saying that You are everywhere , even closer than our own jugular vein . So, could you imagine, how close He is to us. But indeed it’s only for thou who believe in Him. How to whom does not believe? How to believe in Him, right?

God , for which is seeking onto Him, sometimes it is regarded as the result of thought, God is existed because we made Him existed. This means that we can consider something as God (with large g and small g)

For Example:

  1. To whom it considers god with small g:

Their bustling only for their life or ‘world’ purposes so they ignore to worship God (with big G). They are denying God role in all lines of life.

  1. Towards them who concern God with big G

They care symbols of God as their object of worship

Example one:

Remember the stories of elders as well as stories that is written in some history books that tell us about the communist era in Indonesia. In the schools , introduce a communist by the following practices :

The teacher asks the elementary school students, “Come on children , close your eyes. try asking to your God of pencil, God would you please give us pencils.”

Then all students pray together, they repeat the prayer asked them to do, “God, please give us pencils.”

The teacher, then, asked the students to open their eyes. The teacher said, ”Please open your eyes, look at on your desk, there is or is not a pencil in front of you that was given by God?”

Simultaneously they responded, “No, there is not.”

Teacher asked all students again,”if there is what happened, do you think God is existed?”

All students shouted,”no, there is no God.”

The teacher then change the question,”Now, please close your eyes again and ask for the pencil to me, your teacher.”

All students imitated per teacher requested.

After all students wished for pencils, the teacher distributed pencils to students.

The teacher asked the students to open their eyes and look what they have got on their desks.

“It’s a pencil!” students shouted happily.

“Those pencils were from God or from  your teacher?” asked the teacher.

“From my teacher!” said students confidently.

The teacher asked again,”So, do you think God is existed?”

“Absolutely not.” Shouted all students.

Example two

Illustrating in the old age, when there was an era people were seeking or selecting anything looked big, great and powerful to be their God. For example, It was a very big stone, its size was the largest among the other stones then people would consider that stone had most power. So, then the stone was consider as God. They worshiped th stone.

Remember to the story of Abraham the prophet when at that time people worshiped statue(s). He destroyed the smaller statues and keep the biggest one, then he said that the biggest statue destroyed the smaller statues so not Abraham to be blamed, but the biggest statue. A very smart story.

Then what is God and where God belongs to?

Trusting God and His existence must use faith and logic. Otherwise , it will not match . Because we are dealing with an abstract thing . Faith and logic are part of the abstract thing as well, aren’t they?

Who should we believe is a God who creates the universe. God create us all . You will have nothing to escape of His power , because He is the almighty. God is on the throne and God is everywhere

His abstract was explained widely by His prophet, His beloved messenger, Muhammad, PBUH, that is written in His compilation of His Words or commandments.

He, as God, declares Himself of His deity clearly and proportionally. It is tidy and easily to be understood. Anyone can understand.

In terms of understanding Him comprehensively, we need to get close to Him, search for Him so we do not get lost or misleading.

Makassar, April 2016,

@Kangbugi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s