Look after your heart – peliharalah hatimu

your heart

Ah the heart, heart issues are important to be concerned. People say, better than having a toothache than your heart sickness. A prominent Muslim Scholar advised to always keep your heart good.

In this Ramadhan, we are reminded again to pay attention to our efforts to look after  our hearts. Why?

Once there was a great cleric called one of the students in his school (pesantren). The cleric asked the student to slaughter a sheep and give the cleric of the sheep’s worst body part. The students then came, after completing his work, with a lump of meat that is the sheep’s liver.

Furthermore, the cleric called for, again, the student to slaughter another sheep. This time, the cleric asked for the best part of the sheep’s body. The students went back to slaughter another one sheep. After completion of his duties, the students returned to the cleric and re-submitted a piece of meat, once again it was the sheep’s liver.

The cleric asked why for the worst of sheep’s body part, the students brought a lump of liver and similarly for the best part.

The student replied that it was a symbol of the core of human, the heart. if human’s heart is good, then their  behavior and attitude must be good. As the opposite, if human has a bad heart, then they presumably have a bad behaviour and attitude as well. It’s about the human character, human mental.

So, when we see people who are classified as good, God willing, that’s a form of heart he had. And vice versa.

Let us look around. Many examples that we can take. But most importantly, let us improve ourselves and people around us. Let’s aware to maintain good behavior and attitude as well.

Even if there were efforts to improve our hearts through the improvement of our character, our mental, need to be supported indeed. Because mental is the core component to correct our behavior and make a good man and it is not an easy job.

Let us aware of our hearts, doing some introspection and look after our heart, from now on.

———–

Ah … hati, masalah hati penting diperhatikan. Orang bilang, sakit gigi lebih baik daripada sakit hati. Seorang ulama terkemuka menyarankan untuk selalu menjaga hatimu.

Di bulan Ramadhan ini, kita diingatkan lagi untuk memperhatikan upaya kita memelihara hati kita. Apa pasal?

Alkisah, ada seorang ulama besar memanggil salah seorang santri di pesantrennya. Sang ulama meminta agar si santri itu menyembelih seekor domba lalu menyerahkan kepada sang ulama bagian tubuh kambing yang terburuk. Si santri kemudian datang, setelah menyelesaikan tugasnya, dengan membawa segumpal daging – yaitu hati.

Selanjutnya sang ulama kembali meminta agar si santri tersebut kembali menyembelih seekor kambing. Perintahnya kali ini adalah agar si santri membawa kepada ulama tersebut, bagian tubuh kambing yang terbaik. Si santri pun kembali menyembelih seekor kambing sesuai perintah sang ulama. Setelah selesai melaksanakan tugasnya, si santri kembali menemui sang ulama dan kembali menyerahkan segumpal daging – daging yang terbaik. Ternyata kembali, yang dibawa oleh si santri adalah lagi-lagi hati.

Sang ulama bertanya kenapa untuk bagian tubuh kambing yang terburuk, si santri membawa segumpal hati dan demikian pula untuk bagian tubuh kambing yang terbaik, hati pula.

Si santri menjawab bahwa itu adalah perlambang inti/core manusia. Manusia ditentukan oleh hatinya. Hatinya baik, maka baiklah perilaku dan perangainya. Demikian pula bila buruk hatinya, maka buruk pula perangai dan perilakunya. Ini mengenai karakter manusia, mental manusia.

Jadi, bila kita melihat manusia yang tergolong baik, insya Allah, itulah wujud dari hati yang dimilikinya. Demikian pula sebaliknya.

Coba kita lihat sekeliling. Banyak contoh yang dapat kita ambil. Tapi yang terpenting adalah, mari kita memperbaiki diri kita dan orang-orang terdekat kita. Mari pelihara hati agar baik juga perilaku dan perangai kita.

Pun bila ada upaya-upaya untuk memperbaiki hati kita melalui perbaikan karakter kita, mental kita, ini perlu didukung dengan sungguh-sungguh. Karena memperbaiki mental untuk memperbaiki perilaku dan menjadikan seorang manusia yang baik secara paripurna adalah suatu pekerjaan yang tidak mudah.

Yuk kita perbaiki hati kita agar ada perbaikan dalam diri kita, mulai dari sekarang.

NB: sumber gambar: nopindra.files.wordpress.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s